FLP Jerman

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Jerman Punya Cerita

Garam di Secangkir Kopi

E-mail Print PDF

Siang itu matahari bersinar cerah di Istanbul. Seorang wanita muda duduk sendirian di sebuah Café. Melabuhkan pandangan ke selat Bosporus. Pemandangan indah, yang juga dirasakan pemuda yang duduk dua meja di sampingnya.

Add a comment
Read more...
 

Jiwa-Jiwa yang Tersentuh

E-mail Print PDF

Tak mampu lagi saya mengungkapkan segala rasa yang berkecamuk di hati tiap kali membaca perkembangan terbaru dari kondisi Palestina khususnya di Gaza. Apalagi melihat video atau foto-foto yang dimuat di berbagai situs, menambah semua rasa yang sudah campur aduk itu tambah menjadi-jadi. Akan tetapi, apapun yang terjadi di Palestina dan bagaimanapun perkembangannya, banyak hikmah yang dapat saya petik. Add a comment

Read more...
 

Apa Kabar Pemilik Senyum dan Hati Seputih Salju?

E-mail Print PDF

Subhanallah walhamdulillah wallahu Akbar! untaian kata itu saja yang mampu terucap saat membuka tirai jendela pagi tadi. Di luar sana, dedaunan hijau terselimuti putihnya salju, demikian pula tanah di sekitarnya. Dalam kekaguman memandang Maha KaryaNya, seraut wajah dengan senyuman yang menampakan deretan gigi seputih salju kembali berkelebat. Add a comment

Read more...
 

Nurani fitri seorang „Bencong“ di Berlin

E-mail Print PDF

Manusia bukan malaikat. Ada satu masa dalam hidupnya ia khilaf. Tapi hamba yang beriman, bukanlah makhluk yang hobi berbuat khilaf. Setiap kekhilafan itu menjadi keterlanjuran, ia ingat Allah lalu meratapinya sambil mengiba pada Allah agar mengampuni keterlajuran ini. Add a comment

Read more...
 

Aku Titipkan Dirimu Kepada Allah

E-mail Print PDF
Romadhon tahun lalu, suatu keberuntungan bagi Saya ketika bisa menghadiri sholat tarawih di Masjid  Ar Rahman di Kota Berlin. Selain ada dua orang Imam dari kalangan muda yang saling bergantian mengimami  sholat tarawih dan witir dengan bacaan Al-Qur’an yang tartil dan merdu,  di Masjid itu pula sedang mendapat kunjungan program safari dakwah oleh seorang Dai muda yang berasal dari Saudi Arabiya. Beliau di tengah-tengah  tausiyahnya kala itu sempat menyitir sebuah hadist Nabi SholloLlohu ‘Alaihi Wa Sallam  tentang etika seorang yang hendak berpergian agar meninggalkan pesan doa kepada yang di tinggalkannya dengan kalimat;  “Astauwdi ’ukumulLohu alladzi la tadhi’u wadaa’iuhu“  yang artinya: “Aku titipkan/serahkan dirimu kepada Alloh yang tidak akan hilang titipannya/serahannya“ ¹. Add a comment
Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 3

Menjadi Anggota

Ingin menjadi anggota?
Klik di sini.

Online

We have 1 guest online