FLP Jerman

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Asyiknya Mancing Ikan di Sungai Jerman

E-mail Print PDF

Di Kota Berlin, untuk mendapatkan izin memancing di sungai di kawasan Jerman,  seseorang harus mendaftar dan mengikuti ujian. Bagi anak kost seperti saya ini, di saat semua hal harus memakai uang,  serta harga-harga kebutuhan harian  kian  hari semakin melonjak, maka solusi hidup ngirit adalah pilihan yang niscaya. Salah satu bentuk aktivitas pengiritan dalam bidang pemenuhan gizi keluarga adalah dengan cara memancing ikan. Insya Alloh pilihan ini sangat membantu memangkas biaya konsumsi sehari-hari, mengingat  harga ikan di Jerman relatif mahal.

Harga belut/sidat  (Anguilla anguilla) matang dengan cara diasap ukuran   50-70 cm, harganya paling murah  12 € per ekor. Bila kurs mata uang Rupiah terhadap Euro sekitar Rp.15.500, maka harga belut  Rp. 186.000. Apalagi untuk belut yang ukuran super 150 cm dengan berat 6 kg. Tentu harganya 3 kali lipat dari harga ukuran biasa.

Adapun  ikan Karpfen, yang lebih mirip dengan ikan emas tombro dengan berat  6-7 kg, mencapai harga 10 €-an. Dengan bantuan Mbah Google  saya  mengolah hasil pancingan dengan mengutip resep-resep online pilihan. Minimal bisa mengolahnya menjadi ikan sambal balado.

Di sungai dan danau di Jerman ada sekitar 40-an jenis spesies ikan air tawar. Habitat yang paling banyak adalah jenis ikan Blai (Abramis brama). Ikan warna hitam ini hampir mirip dengan ikan guramai dengan besar maksimal 85 cm dan berat 8 kg.

Selain itu ada  ikan  Rotfeder (Scardinius erythrophthalmus).  Ikan yang bertelur pada bulan April-Juli  ini bermata, bersirip, dan berekor merah. Seperti ikan tawes namun panjangnya bisa mencapai 50 cm dengan berat maksimal 3 kg.  Dua jenis ini relatif mudah dipancing dengan umpan yang sederhana, yaitu dengan  brot (sejenis roti) atau jagung manis rebus kalengan (dosenmais).

Biasanya saya dengan modal  2-3  jam, dengan izin Alloh, bisa mendapatkan rezeki  5-8 ekor dari dua jenis ikan di atas. Sedangkan ikan Barsch lebih suka umpan hidup, seperti cacing atau anakan ikan. Untuk memancing ikan ini lebih mudah dengan sistem pancing grund, yakni tanpa alat pengapung alias dasaran. Ikan ini juga bisa dipancing dengan umpan imitasi terbuat dari logam (Spinnködern) ataupun dari bahan karet (gummi).

Sedangkan untuk belut (Aal), umpan yang sangat digemari adalah kepiting, belalai kerang, atau potongan ikan. Bisa juga dengan menggunakan cacing. Khusus untuk belut lebih mudah dipancing pada malam hari. Namun untuk memancing malam hari harus memiliki SIM (Surat Izin Memancing) khusus malam hari.

Bila musim fruhling (semi),  yakni antara bulan April hingga Juni, banyak dijumpai jenis ikan Rapfen (Aspius aspius) . Ikan yang masa hidupnya rata-rata 10 tahun ini, muncul untuk berburu anak-anak ikan. Bentuknya mirip dengan ikan laut Lachs. Tidak mudah untuk menangkap ikan ini. Biasanya orang memancingnya dengan umpan anak ikan imitasi yang mengambang dan bila ditarik maka umpan berjalannya zigzag di atas permukaan air.

bersampanSedangkan jenis ikan yang prestisius untuk dipancing adalah ikan Wels (Silurus glanis). Ikan  yang panjangnya bisa mencapai di atas 2,5 meter ini, sangat menyukai umpan cacing, katak, dan ikan. Biasanya, kalau yang mendapatkan ikan ini adalah orang Jerman asli, setelah ikannya diangkat ke darat, kemudian diabadikan melalui kamera, maka setelah itu ikan tersebut  dikembalikan lagi ke sungai. Perlakuan yang sama terhadap ikan Karpfen atau sejenis ikan emas,  yang panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bagi yang hobi mancing hanya sebagai aktivitas refrehsing,  maka bila berhasil mendapatkannya dengan ukuran yang super, mereka akan mengembalikannya lagi ke habitatnya.

Sedang untuk teknik memancing ikan Karpfen, salah satunya dengan cara memasang bulatan pengapung kecil (boile) di atas kail pancing. Sedang jarak timbel pemberat dengan kail kira-kira dua kilan. Pengapung ini berfungsi mengangkat umpan di kail dari dasar lumpur. Sehingga tidak tertutup lumpur  dan bisa  dilihat serta dimakan oleh ikan. Ikan Karpfen ini bobotnya bisa mencapai di atas 35 kg karena  banyak mencari makan dari endapan lumpur, sehingga bila tidak lihai dalam mengolahnya akan berasa lumpurnya. Paling enak dibuat pepes atau dibakar.

Spesies  lain yang juga menjadi primadona adalah ikan Forelle (Salmonidae)Hecht (Esox lucius). Khusus ikan Forelle ini,  ia banyak mendiami di perairan yang bersih dan mengalir deras. Daging ikan Forelle berasa agak manis dan enak. Bila dimasak dengan cara diasap, sangat lezat sekali. Harga ikan Forelle 1€ per 100 gram-nya. dan ikan

Di samping harganya mahal, ikan tawar Jerman juga sangat terbatas dijual di pusat perbelanjaan. Hampir semuanya berjenis ikan laut. Sebagai contoh, jenis ikan Karpfen hanya di jual pada bulan April-Mei.  Berbeda dengan pusat perbelanjaan berbendera Jerman, toko-toko berbendera Asia lebih banyak menjual ikan tawar, seperti ikan Nila, guramai, lele, Ikan gabus, dan lain-lain. Harga untuk ikan lele 3,5 € per 5 ekor. Sedangkan ikan Nila berkisar antara 4-6€ per ekornya.

Kebetulan, rumah saya sangat dekat dengan sungai dan  kanal. Jangan dibayangkan sungainya seperti kali Code di Jogja, sungai Ciliwung di Jakarta, Bengawan Solo, atau sungai Brantas (Kali Surabaya) di Surabaya.  Sungai-sungai di Jerman sangat bersih. Tidak ada manusia yang buang hajat di sepanjang aliran sungainya. Juga tidak ada yang mencuci baju, mencuci motor, ataupun mandi. Juga tidak ada sampah cair maupun padat, baik sampah industri maupun sampah domestik. Yang ada adalah kerumunan bebek, itik, dan angsa liar.

Sedang di bantarannya banyak dijumpai berbagai jenis burung, seperti burung gagak, burung Elster, burung Graureiherspielplatz) yang cukup lengkap serta gratis memanfaatkannya. (blekok), dan lain-lain.  Di sepanjang bantaran sungai juga tidak dijumpai gubuk-gubuk liar yang berdiri. Sebaliknya bila sungai berada di tengah kota, maka biasanya di sekitar bantaran sungai dilengkapi dengan taman-taman serta bangku-bangku untuk tempat duduk. Bahkan di beberapa tempat dilengkapi dengan  meja pingpong permanen atau sarana bermain anak (

Sebagian tempat lagi dibangun cafe dan restoran. Jadi  tidak mengherankan bila sungai di kota tempat saya tinggal menjadi daya tarik wisata air baik domestik maupun manca negara. Bila musim panas tiba seperti saat ini, maka lalu lintas sungai dipadati oleh hilir mudik kapal-kapal wisata dan perahu sampan untuk olahraga dayung.

SIM Mancing

simmancingAktivitas memancing di kota tinggal saya menjadi salah satu obyek  wisata yang dikoordinasi di bawah Kementerian Perikanan.  Sehingga agak berbeda dengan kebijakan perizinan di kota-kota lain di negara Jerman.  Salah satunya dalam hal perolehan SIM tanpa harus ujian. Pada umumnya untuk memperoleh SIM, seseorang harus mengikuti ujian tulis dan praktik. Dan tidak mudah seseorang mendapatkan surat izin ini.

Sebagai contoh di Kota Berlin, untuk mendapatkan izin memancing di sungai yang berada di seluruh kawasan Jerman, seseorang harus mendaftar dan mengikuti ujian (fischerprüfung).  Jumlah soal ujian quesioner sebanyak kurang lebih 60 lembar yang terdiri dari 6 tema yang berbeda. Dari setiap satu tema ada 10 pertanyaan yang berbeda pula. Soal tersebut harus diselesaikan dalam waktu 90 menit, yakni  berkisar dari masalah dunia permancingan dari A-Z & dari alif sampai ya’.

Selain itu juga pertanyaan yang berhubungan dengan kebersihan  serta  masalah pelestarian alam dan lingkungan.   Sedangkan untuk ujian praktik memancing, diberi alokasi waktu hanya 15 menit, tidak lebih.  Ujian dianggap lulus jika peserta ujian bisa menjawab dengan benar minimal  45 soal dari 60 soal ujian. Dari 45 jawaban yang benar, disyaratkan minimal 6 jawaban benar dari tiap 10 soal pada masing-masing tema. Sedang salah satu ujian praktiknya adalah dengan menyebut nama-nama ikan yang ditampilkan beserta gambarnya. Dari 40 jenis spesies ikan yang ada, akan dijadikan soal sebanyak 6 nama ikan.  Akan dianggap lulus bila mampu menjawab dengan benar 4 nama ikan dari 6 ikan yang disebutkan. Demikian juga masalah bongkar pasang peralatan perpancingan. Sedang untuk biaya ujian SIM ini sebesar 100 – 120 €.

Selain jenis SIM yang berlaku di seluruh kawasan Jerman, ada juga jenis SIM khusus malam hari. SIM ini berbeda dengan SIM untuk regular siang hari. Untuk dewasa regular biaya hanya 24 € per tahun dan 40 € berlaku untuk masa jangka waktu 5 tahun. Bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun dikenakan biaya yang lebih murah setiap tahunnya. Sedang untuk mancing malam biaya perizinannya sebesar 75 € per tahun. Khusus aktivitas  mancing malam biasanya untuk  memancing belut dan ikan yang beroperasinya malam. Berikutnya ketika memancing, para pemancing diwajibkan melengkapi diri dengan  membawa 3 dokumen.

Pertama adalah angelkarte (kartu mancing, yakni berisi  aturan operasional mancing dan disertai peta  lokasi lengkap dengan  nama-nama sungai dan danau mana saja yang boleh dipancing ikannya). Kedua adalah angelschein (surat izin mancing), dan ketiga identitas diri KTP/pasport.

Bagi pemegang SIM regular maksimal hanya berhak memancing dengan dua  pancing. Sesekali petugas dari Pemkot (Rathause) akan memeriksa kelengkapan tersebut dengan disertai pemeriksaan umpan yang digunakan. Pengalaman saya, terkadang petugas  ikut mengajari teknik memancing yang benar agar bisa mendapatkan ikan dengan maksimal. Mereka mengajari dari masalah ukuran batas ambang pengapung sampai bagaimana cara mengundang ikan ke lokasi kita memancing.

Bila ketahuan memancing tanpa memiliki surat izin bakalan terkena denda yang menjerakan pelakunya. Sama halnya hukuman bagi  seseorang yang menangkap burung merpati  atau bebek liar, kemudian mengkonsumsinya.

Pun demikian dengan ukuran ikan yang boleh diambil. Tidak sembarang  ukuran diperbolehkan diambil, terutama untuk katagori  ikan di bawah umur. Maka bila pemancing mendapatkan ikan tersebut, diwajibkan untuk mengembalikan lagi ke sungai. Bukan malah untuk dibikin rempeyek. Hal ini demi menjaga ekosistem spesies ikan dari kepunahan.  Demikian juga untuk jenis ikan tertentu, seperti ikan Wels,  Rapfen/ Schied, dan  jenis Karpfenfische (Cyprinidae), baik Schuppenkarpfen maupun Spiegelkarfen, aturannya setiap pemancing hanya diperbolehkan dalam sehari memancing sebatas satu ekor saja tidak lebih.

Adapun teknik penangkapan ikan hanya diizinkan dengan cara memancing dengan kail. Tidak diperbolehkan dengan menggunakan jala atau jaring, apalagi racun potas atau dengan cara menyetrumnya. Terlebih dengan menggunakan bom ikan, tentu lebih dilarang lagi. Aturan yang lain adalah jika ikan yang dipancing ketika diangkat ke darat keburu mati, dan yang bersangkutan tidak berkenan untuk mengambilnya, maka aturannya adalah bangkai ikan tersebut dikembalikan ke sungai tempat ikan tersebut dipancing. Tidak boleh dikembalikan ke sungai selainnya.

Adapun  bila pancing masuk ke dalam perut ikan dan tidak bisa diambil, kemudian yang bersangkutan ingin mengembalikan lagi ikan tersebut ke sungai, maka aturannya adalah tali senar pancing dipotong sebatas ujung mulut ikan. Tidak boleh ada sisa dari ujung mulutnya dan dikembalikan lagi pada lokasi semula.

Beginilah aturan memancing di Jerman. Ribet memang. Namun di sinilah letak nikmatnya seni memancing. 

http://www.hidayatullah.com/component/content/9788.html?task=view


blog comments powered by Disqus
 

Menjadi Anggota

Ingin menjadi anggota?
Klik di sini.

Online

We have 1 guest online

RSS