FLP Jerman

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kehangatan persaudaraan sesama muslim di kota bekas Jerman Timur

E-mail Print PDF

Halle! Itulah salah satu kota dibekas negara Jerman Timur dengan jumlah penduduk sekitar 235.000 jiwa. Setelah Jerman bersatu, Halle merupakan sebuah kota yang berada di dalam wilayah negara bagian Sachsen-Anhalt. Kota Halle terdiri dari beberapa distrik (bezirk), yang salah satunya adalah distrik Halle-Neustadt. Pada tanggal 12 Mei 1967, oleh negara Jerman Timur saat itu, Halle-Neustadt dideklarasikan menjadi kota yang berdiri sendiri dan bukan menjadi bagian distrik dari kota Halle yang sudah ada. Kata “Neustadt” itu sendiri berarti “kota baru”, sehingga pada saat itu Halle-Neustadt resmi dinyatakan keluar dari bagian wilayah kota Halle. Setelah Jerman bersatu, tepatnya pada tahun 1990, Halle-Neustadt dikembalikan seperti semula menjadi wilayah distrik dari kota Halle. Menurut data statistik, jumlah penduduk di wilayah Halle-Neustadt adalah sekitar 48.000 jiwa.

Meskipun keberadaan kota Halle di bekas negara Jerman Timur yang saat itu menganut paham sosialis-komunis, namun pada kenyataannya penduduk kota ini sangatlah ramah dibanding dengan kota-kota besar seperti Berlin. Tidak hanya itu saja, di wilayah distrik Halle-Neustadt sekarang ini berdiri sebuah bangunan tempat peribadatan umat Islam, subhanallah. Walaupun tidak berbentuk bangunan masjid seperti layaknya di negara-negara Islam, masjid yang berdiri di kota Halle ini dipadati oleh muslimin dan muslimah, khususnya pada pelaksanaan sholat jum’at, Iedul Fitri dan Iedul Adha. Kegiatan pengurus masjid tidak hanya menyelenggarakan kegiatan ibadah ritual rutin saja, mereka juga melakukan pembelajaran membaca al qur’an, melakukan pendalaman tentang ilmu-ilmu keislaman dan juga mengadakan kursus bahasa Jerman bagi warga asing yang kesulitan ataupun belum fasih berbahsa Jerman.

Kehangatan persaudaraan sesama muslim ketika berkumpul di masjid ini sangat terasa meskipun mereka berbeda bangsa, warna kulit dan bahasa. Mereka datang dari berbagai penjuru, seperti Palestina, Sudan, Maroko, Turki bahkan Indonesia. Keberadaan mereka di Jerman dengan beraneka ragam alasan, ada yang sedang menempuh studi dan ada juga yang memang sudah tinggal menetap di Jerman. Penduduk asli kota Halle yang telah memeluk agama Islam juga turut aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan masjid di kota ini. Inilah indahnya Islam yang dapat menyatukan seluruh suku bangsa dalam satu kesatuan demi tujuan mulia yakni ridho Allah SWT.


blog comments powered by Disqus
 

Menjadi Anggota

Ingin menjadi anggota?
Klik di sini.

Online

We have 2 guests online

RSS