„Source code instead of dress code“, kalimat ini saya dapatkan dari sebuah iklan job oleh salah satu perusahaan IT ternama Jerman di sebuah majalah akademis. Ya, di Jerman pekerjaan sebagai Programmer merupakan pekerjaan yang tidak memperdulikan penampilan. Mereka bebas berekspresi. Setelan celana pendek, t-shirt dan sendal jepit bukan masalah selama kode-kode yang mereka tulis (source code) dapat berfungsi seperti yang diharapkan.







Suatu sore di sebuah rumah, tinggal empat mahasiswa yang baru saja diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Sebut saja Adi, Adu, Ade dan Ado. Ini akhir pekan pertama mereka di rumah kos tersebut. Hujan dari kemarin malam masih juga tidak bosan mengguyur.
