Genteng Bocor

Oleh Tito Prabowo pada 19th, 2010

Genteng EropaSuatu sore di sebuah rumah, tinggal empat mahasiswa yang baru saja diterima di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Sebut saja Adi, Adu, Ade dan Ado. Ini akhir pekan pertama mereka di rumah kos tersebut. Hujan dari kemarin malam masih juga tidak bosan mengguyur.

„Awas, hati-hati gentengnya bocor!“ teriak Adi setelah melihat tetesan air dari atap rumah tepat di depan pintu kamar Ado. Lalu ia berlalu merasa sudah memperingati kawan-kawannya. Ado yang duduk tidak jauh dari lokasi kebocoran, seperti bocah autis, keasyikan jalan-jalan mengunjungi profil Facebook teman-temannya, sambil sesekali memanen ladang jagungnya di Farmville, katanya ini game mahasiswa pertanian. Jangan kan peduli bocor, dari pagi Ado belum mandi belum sarapan, bangun tidur lantas Facebookan. Read Full Entry


Bang Sianturi

Oleh Dewi Yuniasih pada 17th, 2010

Akhir-akhir ini nama bang Sianturi menjadi terkenal di seantero kampungnya. Sosok laki-laki yang sering sakit-sakitan itu menjadi buah bibir warga kampungnya karena perubahan yang cukup menyolok bagi yang pernah mengenalnya. Tetangga kanan-kiri rumah perjaka tua itu pun cukup heran dibuatnya.

„Makan apa si Sianturi itu ya. Kok badannya bisa sekekar itu dalam tempo yang singkat?”, celetuk si Aking sambil terbatuk-batuk karena bengeknya. Read Full Entry


Sebuah Doa Di Hari Ibu

Oleh Dewi Yuniasih pada 15th, 2010

Aku mempunyai 3 orang ibu. Ibu yang melahirkanku, ibu yang melahirkan suamiku dan yang satunya adalah ibu yang menyusuiku. Hari selasa yang lalu, ibu yang semasa menyusuiku ketika masa kecilku, menghadap keharibaan ilahi robbi. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un. Sedih dan juga terhentak jiwaku ketika aku mendengar kabar tersebut . Mengingat bahwa aku ternyata belum memenuhi kewajiban baktiku padanya. Read Full Entry


Ketenaran?

Oleh Dewi Yuniasih pada 15th, 2010

Kalau mau jujur, aku akan mengatakan dengan lantang pada dunia bahwa aku ingin sesuatu yang luarbiasa yang akan mengenalkanku pada dunia yang luar biasa pula. Sama halnya ketika aku melihat sosok yang istimewa yang mendapat pujian karena keistimewaannya. Dimana-mana semua orang memperbincangkannya, mengaguminya dan menjadikannya sebagai idola mereka. Pada saat yang lain, kulihat sosok yang kini telah menjadi seorang yang hampir seluruh penduduk negeri mengenal namanya. Wow, luarbiasa. Decak kagum pun tak ayal lagi bisa ditemukan disetiap tempat dia berada. Luar biasa.Aku ingin seperti mereka. Read Full Entry


Nurani fitri seorang „Bencong“ di Berlin

Oleh Suhendra pada 30th, 2009

Manusia bukan malaikat. Ada satu masa dalam hidupnya ia khilaf. Tapi hamba yang beriman, bukanlah makhluk yang hobi berbuat khilaf. Setiap kekhilafan itu menjadi keterlanjuran, ia ingat Allah lalu meratapinya sambil mengiba pada Allah agar mengampuni keterlajuran ini. Read Full Entry